Seberapa umum masalah ketidaksuburan?

Ketidaksuburan (infertilitas) mengacu pada ketidakmampuan seorang wanita untuk hamil setelah 1 tahun mencoba berhubungan seks tanpa menggunakan pengaman dengan intensitas dua hingga tiga kali seminggu. Sekitar satu dari tujuh pasangan memiliki masalah dengan kehamilan. Terkadang, ketidaksuburan datang sebagai masalah yang tak terduga bagi pasangan yang mudah hamil pada waktu pertama kali. Hal ini disebut infertilitas sekunder.

Apa penyebab ketidaksuburan?

Masalah ketidaksuburan timbul karena adanya gangguan pada sistem reproduksi perempuan atau laki-laki, atau keduanya. Secara umum, penyebab ketidaksuburan pada wanita dibagi menjadi 1) gangguan ovulasi yang mungkin disebabkan oleh ovarium polikistik, 2) endometriosis, yaitu jaringan mirip lapisan rahim mungkin mengendap di ovarium yang dapat menyebabkan kista, dan 3) penyakit tuba akibat infeksi atau operasi. Pengobatan untuk kanker-seperti kemoterapi dan radioterapi-juga dapat merusak kesuburan. Dalam kasus seperti ini, sperma dan indung telur dapat dibekukan sebelum pengobatan dilakukan (dikenal sebagai "pemeliharaan kesuburan") untuk memperpanjang kesuburan.

Bagaimana umur mempengaruhi kesuburan?

Meskipun bukti yang ada kurang kuat, tetapi pria juga dapat menjadi kurang subur dikarenakan usia yang semakin tua. Pada pria, kuantitas dan kualitas sperma akan rusak seiring dengan waktu sehingga sulit bagi mereka untuk mencapai dan membuahi telur. Hal ini terjadi akibat pola makan yang buruk, gaya hidup yang tidak sehat, juga penyakit kronis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Kemungkinan untuk hamil turun 20% per bulan pada wanita usia 20-an dan 8% pada wanita usia 30-an. Bahkan tingkat keberhasilan pengobatan reproduksi buatan tidak luput dan persentase kehamilan turun dengan bertambahnya usia, lebih dari 40% pada wanita usia di bawah 35 tahun dan 10% pada wanita usia di atas 40 tahun.

Hal tersebut terjadi karena perempuan dilahirkan dengan sejumlah telur. Dengan bertambahnya usia, ada penurunan cadangan ovarium-ini adalah jumlah folikel atau telur pada bagian kiri dalam ovarium. Dengan bertambahnya usia, kesehatan secara umum juga cenderung menurun. Kondisi seperti ini dapat memburuk, bahkan penyakit baru bisa berkembang, yang dapat berdampak pada kesuburan juga.

Kapan pasangan mencari bantuan kepada spesialis kesuburan?

Diagnosis dini dan pengobatan pada ketidaksuburan sangat penting karena tingkat keberhasilan sangat bervariasi seiring bertambahnya usia. Hal ini terutama terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun, siapa yang harus membuat janji setelah enam bulan mencoba untuk hamil. Awal konsultasi juga harus diteliti apakah Anda seorang wanita yang memiliki riwayat amenorea (tidak pernah menstruasi), oligomenorea (jarang menstruasi), dismenorea (nyeri saat menstruasi), penyakit radang panggul (PID), atau masalah operasi.

Bagi pasangan yang ingin memiliki anak tetapi tidak ingin menjalani perawatan kesuburan seperti IVF, obat saja dapatkah membantu?

Ya, obat saja dapat membantu. Bahkan, bagi banyak pasangan yang berjuang dengan masalah kesuburan, obatobatan merupakan langkah pertama dalam perawatan. Namun, efektivitas perawatan menggunakan obat tergantung pada penyebab yang mendasari ketidaksuburan itu sendiri. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh dari pasangan diperlukan sebelum perawatan yang tepat dapat direkomendasikan.

Pengobatan seperti apa yang harus dilakukan dalam perawatan kesuburan?

Pengobatan pada kesuburan mengacu pada obat yang meningkatkan potensi reproduksi. Bagi wanita, obat kesuburan berfungsi untuk merangsang perkembangan folikel atau telur di ovarium. Singkatnya, mereka mengembangkan ovulasi. Ovulasi merupakan pelepasan telur dari ovarium dan biasanya terjadi sebulan sekali pada wanita dengan siklus teratur haid. Obat seperti klomifen bekerja untuk merangsang hormon di otak Anda agar melepaskan telur dari ovarium Anda setiap bulan. Jika klomifen tidak bekerja, suntikan obat gonadotropin dapat diberikan untuk merangsang ovarium Anda langsung untuk memproduksi telur.

Namun, seperti banyak solusi kesuburan lainnya, misalnya fertilisasi vitro, obat kesuburan dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk beberapa kali kelahiran—dan semakin banyak bayi yang Anda lahirkan, semakin besar risiko komplikasi, seperti keguguran dan persalinan prematur. Sekitar 10 persen wanita yang melakukan pengobatan dengan klomifen mengalami kehamilan ganda (kebanyakan kembar).

Ada kemungkinan hubungan antara penggunaan obat dalam jangka panjang dan kanker ovarium. Oleh karena itu, sebelum memulai pengobatan induksi ovulasi, pemeriksan kesuburan seperti evaluasi semen dan pengujian kondisi tuba, sangat disarankan untuk mengurangi kemungkinan adanya faktor lain yang dapat membatasi keberhasilan obat. Setelah pengobatan dimulai, pasien akan dimonitor guna memastikan bahwa obat yang digunakan berkerja maksimal dan risikonya diminimalkan.

Bagaimana dengan nutrisi dan kesehatan umum pasangan?

Secara umum, apa pun yang meningkatkan kesehatan pasangan Anda dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan. Pasangan suami istri harus sehat, berat badan sebaiknya proporsional dan praktik latihan moderat dengan rutin. Anda dan pasangan harus mengonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran sehingga diet kaya akan antioksidan. Para wanita sebaiknya mengonsumsi asam folat untuk mencegah kelahiran cacat, khususnya cacat sumsum tulang belakang.

Apakah perlu mengubah gaya hidup agar lebih "produktif"?

Jika pasangan Anda merokok, mereka harus berhenti. Wanita yang merokok dinyatakan 1,6 kali lebih mungkin mengalami ketidaksuburan. Rokok dapat merusak kualitas sperma. Pasangan suami istri harus membatasi asupan alkohol menjadi kurang dari 2 gelas per hari. Para wanita sebaiknya membatasi asupan kopi yakni tidak lebih dari 1 cangkir sehari—mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak dapat menurunkan kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran. Para pria sebaiknya mengenakan pakaian longgar dan hindari suhu yang sangat panas, seperti berendam di kolam atau pemandian air panas. Jika pelumas dibutuhkan dalam hubungan intim, gunakan formula yang tepat untuk mendapatkan kehamilan.

Stres juga berperan dalam mempengaruhi tingkat kesuburan terutama jika itu mengarah pada kelelahan dan penurunan libido. Jadi, pasangan sebaiknya mengoreksi kehidupan mereka masing-masing untuk memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran beristirahat sejenak dari tekanan hidup sehari-hari. Jika sudah merasa lebih santai dan bahagia, Anda dan pasangan akan sehat secara keseluruhan dan yang pasti dapat menjadi lebih "produktif"!